Protected by Copyscape Plagiarism Software
Tuesday 8 October 2013

Mengolah Karakter Dalam Proses Menuju Kesuksesan

             Karakter merupakan jati diri yang ada pada diri seseorang. Karakter bukan dikasih, tetapi karakter itu diasah. Bagaimana asal mula terbentuknya karakter ini? Yang paling awal, karakter dibangun dari hati yang berkembang menjadi suatu pola pikir. Pola pikir inilah yang menyebabkan seseorang melakukan suatu action atau tindakan. Tindakan yang diulang-ulang setiap harinya dan menjadi sesuatu yang umum akan menjadi sebuah kebiasaan baru. Dari kebiasaan inilah akan menjadi suatu hal yang telah mendarah daging dan menjadi budaya. Lalu, bagaimana kalau kita benar-benar menginginkan karakter yang baik? Di sini hal yang dikenal dengan nama ‘disiplin’ berperan. Kalo kita mau mencapai goal tertentu, itu artinya kita harus disiplin dan konsisten menjalan proses hingga tujuan sukses dicapai. Jadi, secara ringkas dapat kita simpulkan bahwa karakter akan melahirkan orang yang besar. Harapan bersama untuk melahirkan sosok seperti Umar dan Usman yang tergambarkan di karakter para pengusaha muda tentunya pasti akan sangat bermanfaat bagi Indonesia dan Agama Islam di era mendatang.

Source Image: http://www.personaltrainingbusinessschool.com/

            Ada banyak metode untuk menjadi orang sukses, salah satunya dengan belajar ilmu dari sosok yang sudah terlebih dahulu sukses. Sukses tidak hanya di bidang bisnis, karena sukses merupakan tujuan dari setiap manusia di muka bumi. “Belajar dari yang ahli, belajar dengan mengkaji”, konsep seperti ini diterapkan oleh sosok pelawak populer di Indonesia yang tidak lain dan tidak bukan namanya ialah Sule. Kebanyakan orang hanya melihat momen kehidupan di saat ia sudah sukses sekarang, dan tidak banyak orang yang melihat memori yang tersimpan dalam perjalanan menuju puncak kesuksesannya sekarang. “Penuh pembelajaran hingga tujuan tercapai”, sosok Sule berhasil menerapkan hal ini. Kita sebagai seorang pebisnis juga perlu belajar dari sosoknya yang cerdas dalam menangkap peluang dan mengolah suatu momen menjadi berharga. Intinya, hidup ini penuh pembelajaran. Kalau mau sukses ya berarti kita harus banyak-banyak belajar dari yang sudah sukses.

            Dalam proses menuju keberhasilan ini, kita harus pintar mengendalikan EQ kita, karena itulah asset berharga yang berharga di dalam jiwa kita. Ada beberapa tips dalam proses menuju sukses yang berharga dalam mengolah emosi kita, yaitu:


ü   No Blaming :  Jangan suka menyalahkan keadaan. Hal ini penting karena bila kita suka menyalahkan keadaan, maka yang ada ialah “keluhan-keluhan” akan membisingi sektor-sektor kehidupan kita. Hal ini akan menjadi bahaya, karena dengan begitu diri kita sudah teridentifikasi sebagai makhluk Allah yang kurang bersyukur. Lebih bahayanya lagi ialah kalau kita terkena adzab Allah akibat kufur terhadap NikmatNya. Kalau sudah begini, sudah seharusnya kita berhenti mengeluh dan menyalahkan keaadaan. Daripada mengeluh dan menyalahkan keaadaan, kenapa tidak kita coba untuk membuat keadaan menjadi lebih baik. Daripada menyalahkan diri sendiri, kenapa tidak kita coba untuk menyemangati diri sendiri. Benar kan?

ü     No Excuse : Jangan suka mencari-cari alasan. Diri kita ini sudah merupakan anugerah yang luar biasa. Allah sudah kasih hak bagi makhluknya untuk sukses. Sayangnya, tidak semua manusia mengambil hak ini. Kebanyakan dari kita ini suka mencari-cari alasan. Ingatlah bahwa. “Orang sukses berhenti mencari-cari alasan dan Orang gagal mencari-cari alasan untuk berhenti.” Jadi mau memilih golongan yang manakah kita? Wannabe success person? Let’s stop making excuses to ourself.

ü      No Justify : Jangan suka membenar-benarkan diri sendiri. Ayo kita ingatlah lagi, manusia tidak ada yang sempurna. Itulah mengapa Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa, tidak lain yaitu untuk saling berkenalan (Q.S Al Hujurat : 13) dan saling belajar dari pengalaman masing-masing. Sekali lagi, hidup ini penuh pembelajaran. Kita bisa menjadi manusia yang lebih baik karena ilmu, tetapi jangan sekali-sekali memproklamasikan diri kita lebih hebat/baik dari orang lain. Bahaya bisa datang kalau sikap takabur sudah merasuki jiwa kita. Pikiran boleh melangit, tetapi hati harus tetap membumi. Benar?


Dalam proses menuju kesuksesan, kita tentu akan menemukan masalah. Jangankan orang yang mau maju, orang yang mundur atau diam di tempat pun juga bisa terkena masalah. Terus apa yang membedakan orang yang sukses dengan orang yang gagal dalam menanggapi masalah? Orang sukses mampu menemukan solusi dari setiap permasalahannya, orang sukses menanggapi masalahnya dengan sikap yang tenang, dan orang sukses menilai masalah sebagai tantangan yang perlu diselesaikan. Ingatlah, jika masalah menghantuimu di saat ini, balaslah masalah itu dengan prestasi di masa depan.

Menapaki tangga menuju puncak kesuksesan bukan perkara yang simple seperti membalikkan telapak tangan. Jalan menuju impian akan penuh tantangan. Di sinilah, mental juara diperlukan. Dan satu hal lagi yag penting, yaitu luruskan niat kita, InsyaAllah kita akan mengalami percepatan untuk melesat ke tempat impian kita berada. Jika belajar adalah ibadah, maka menjadi pintar adalah dakwah. Jika menjadi entrepreneur adalah ibadah, maka menjadi entrepreneur adalah dakwah. Jika bekerja adalah ibadah, maka menjadi yang terbaik adalah dakwah. Mari luruskan niat dan tinnggikan prestasi.


Read more ...

Kenapa Bisnis Kuliner Menjanjikan dan Tips Mengembangkan Bisnis Kuliner Ala Pak Ary Ciamik

       Bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan. Kenapa? Karena bisnis ini selalu diperlukan oleh manusia. Dalam bisnis kuliner, maka yang kita perlukan untuk bisa berkompetitif dengan pesaing lain yaitu kita harus bisa menjual produk yang (baru, unik, menjual) atau (lama, unik, menjual). Kenapa produk lama juga bisa menjual? Karena jika kita bisa membuat kuliner itu menjadi sesuatu yang unik maka kita telah dapat membuat pembeda abadinya. Seperti yang dilakukan oleh Pak Ary, ia membuat sesuatu yang lama menjadi sesuatu yang baru. Orang-orang mungkin sudah familiar dengan ayam bakar kan? Nah, Pak Ary ini melakukan inovasi terhadap produknya dengan membuat ayam bakar itu menjadi ayam bakar madu. Selain itu, ia juga melakukan sistem marketting  yang berbeda yaitu dengan menjual makanannya via online. Dengan melakukan pengunggahan gambar yang bagus dan mengundang selera, maka ia telah membuat bisnisnya berkembang. Kemudian, ia juga memiliki banyak orang kepercayaan, seperti orang-orang di tempat lamanya ia bekerja. Lalu, Pak Ary juga memberikan tips jika kita mau berbisnis kuliner, yaitu kita harus bisa menata (hati, tampilan, rasa, harga, dan keuangan kita).

Source Image: http://www.o2worldnews.com/


            Menata hati penting karena apapun yang kita kerjakan akan membuat hati kita senang, kita harus bisa enjoy the present. Dengan begitu kita akan memiliki passion yang membuat semangat kita berkobar-kobar terhadap bidang kuliner ini. Yang kedua, menata tampilan. Saat mengupload gambar ke media sosial, ia menata tampilan makanannya sehingga tampak sangat menarik sekali. Ketiga, kita harus bisa membuat rasa produk kita memiliki suatu hal spesial yang sering-sering disebut orang dengan kata ‘maknyus’ dsb. Lalu, di tips ke-empat, ia berpendapat bahwa harga merupakan persepsi, harga itu relatif dan harga itu tidak bergantung pada kualitasnya. Hal ini penting karena dapat membuat persepsi bahwa produk kita sangat hebat. Tips yang terakhir, yaitu menata keuangan/cashflow. Kita suatu saat akan lengah dikalah keuangan sedang tidak baik, dan apabila kita tidak iningin bisnis kita bangkrut, maka yang bisa kita lakukan adalah menata keuangan bisnis secara disiplin sejak bisnis dijalankan.
Read more ...
Monday 7 October 2013

Visi Saya Sebagai Entrepreneur Yang Menjaga Maqashid Syariah



Entrepreneurship atau wirausaha mungkin menjadi sebuah kata yang masih dianggap remeh oleh sebagian masyarakat. Kebanyakan dari orang di Indonesia akan lebih merasa bangga saat ia menyandang status sebagai orang kantoran ketimbang menjadi wirausahawan. Para orangtua pun menanamkan konsep di pikiran anak-anaknya bahwa kelak harus belajar dengan rajin dan mendapatkan nilai yang tinggi agar dapat dengan mudah diterima kerja oleh perusahaan-perusahaan besar sehingga hidupnya akan terjamin. Di sinilah letak kelemahan yang ada di negeri ini. Di saat warga-warga yang ada di negara besar berlomba-lomba untuk menjadi pengusaha, di sini orang-orang berlomba-lomba untuk menjadi karyawannya para pengusaha.

Source Image: http://fenesi.com/3-types-of-vision-killers-entrepreneurs-should-avoid/

          Dari latar belakang itulah, saya sebagai seorang entrepreneur memiliki visi untuk memelihara jiwa. Menurut saya, mental atau jiwa seorang entrepreneur itu mental yang sangat hebat. Seketika, saya teringat dengan suatu twit dari akun twitter presiden Indonesia, yakni Pak SBY bahwa setiap warga negara Indonesia sudah seharusnya mencontoh bahkan memiliki mentanya para wirausahawan. Ya, mental entrepreneur inilah yang bisa membimbing seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan berprofesi sebagai seorang entrepreneur kita dituntuk untuk memiliki sikap pantang menyerah, mempunyai visi yang jelas, inovatif, produktif, dll. Saya yakin, jika semua orang memiliki jiwa entrepreneur maka akan tercipta atmosfir yang sangat luar biasa. Semua orang akan terpacu untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Bukan kah kita juga dianjurkan oleh agama untuk berlomba-lomba dalam kebaikan?
        Visi inilah yang sangat ingin saya kembangkan sebagai seorang entrepreneur. Di saat jiwa saya sudah terasah dengan mental entrepreneur, dari situ saya bisa membagikan apa yang sudah saya dapat untuk ditransferkan ke orang lain. Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat, maka dari itu saya ingin membuat orang lain juga memiliki jiwa yang baik dan hebat yaitu jiwanya entrepreneur. Dengan begini, SDM (Sumber Daya Manusia) suatu negara akan menaiki tangga kualitas yang lebih tinggi. Bukankah faktor SDM yang baik bisa membuat suatu negara menjadi lebih baik? Sehingga, ketika faktor SDM sudah bagus maka bidang akal, keturunan, harta dan agama akan ikut membaik pula. Jadi secara kesimpulannya, dengan visi memelihara jiwa, maka faktor akal; keturunan; agama dan harta juga akan ikut terpelihara.
Read more ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...